Welcome to Raja Ampat


monumen selamat datang raja ampat by infobackpacker

Terletak di jantung pusat segitiga karang dunia atau coral triangle. 75 % kekayaan laut dunia ada di Raja Ampat. Menjadikanya pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini.

Tim dari The nature conservancy international mencatat ada 540 jenis karang keras(75% dari total jenis di dunia) lebih dari 1000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi untuk gonodactyloid stomatopoad crustanceans Berada di perairan Raja Ampat.

Formasi keindahan bentang alam yang sempurna antara gugusan pulau pasir putih dan lagoon berwarna warni yang bersinergi dengan kekayaan hayati laut tropis terkaya di dunia, menjadikan Raja Ampat sebagai surga yang sebenarnya di antara surga-surga dunia.

Sejarah
Raja ampat Terletak di propinsi Papua Barat. Dan sudah menjadi kabupaten yang berpusat di pulau Waigeo. Dengan ibu kotanya Waisai. Memiliki 610 pulau dan hanya sekitar 35 pulau yang berpenghuni. Sehingga banyak pulau yang belum memiliki nama. Mayoritas penduduk Raja Ampat berprofesi sebagai nelayan, mengingat Perbandingan 6:1 antara luas lautan dan daratan. Disamping berkebun dan beternak.

Pada masa kesultanan Tidore,abad 15 Raja ampat lebih dikenal dengan nama “Kalana Fat” dan terkenal sebagai pulau Raja-raja. Batanta, Waigeo, Salawati, dan Misool merupakan pulau terbesar dan utama. Kala itu Maluku dikenal sebagai pintu gerbang untuk menuju pulau Raja-raja (Raja Ampat).

Pariwisata
Objek pariwisata yang ditawarkan Raja Ampat sangat lengkap! Semuanya ada,,mulai dari kegiatan Snorkeling, Diving, tracking, Bird Watching, caving,dll.. jadi travelling ke Raja Ampat sangat cocok masuk ke dalam list destinasi wisata yang wajib dikunjungi.

Seni dan budaya
Alunan suling tambur yang memiliki irama merdu dan menyejukkan hati menjadi salah satu kesenian tradisional masyarakat asli di Raja Ampat. Biasanya alunan musik merdu ini ramai kita dengar saat event wisata tahunan pada bulan oktober. Selain itu juga bermacam tarian tradisional dan seni memahat khas papua juga bisa kita lihat di event tahunan ini.

Budaya “SASI”, atau larangan menangkap ikan maupun potensi laut lainya pada jangka waktu tertentu di lokasi yang sudah disepakati. Merupakan bentuk kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sebagai bentuk penghormatan kepada alam oleh masyarakat adat Raja Ampat. Selain bertujuan sebagai tabungan nelayan nantinya. karena budaya Sasi ini juga sebagai tempat berkembang biak ikan yang pada waktu tertentu bisa dipanen.

Iklim
Berada di daerah Tropis Temperatur Raja Ampat berkisar antara 27-30 Derajat Celcius. Agustus-Februari merupakan bulan yang tepat untuk berkunjung, namun untuk pencinta olahraga diving oktober-april merupakan waktu yang sangat baik.

(Teks dan foto Sulfandi Sultan)

Save Orang Utan

Social Media