Jejak Tradisi Suku Dani di Wamena


Komposisi lanskap lembah Baliem yang menawan berpadu manis dengan keramahan masyakarakat suku Dani yang kaya akan peninggalan budaya.

Berangkat pagi hari dari bandara Sentani Jayapura yang memakan waktu kurang lebih 50 menit dengan menumpang pesawat jenis fokker menuju kota wamena yang terletak di dataran tinggi lumayan membuat kami takjub, bukan hanya pemandangan dari atas pesawat yang sangat indah, tapi juga saat pesawat harus menembus formasi pegunugan Jayawijaya yang mengelilingi kota wamena. Kami harus melalui 2 (dua) gunung yang merupakan satu-satunya celah untuk menuju kota di lembah Baliem ini. Terkadang   turbulensi sering terjadi dan membuat waktu serasa berhenti.

Kota Wamena terletak di lembah Baliem, kabupaten Jayawijaya, provinsi Papua. Pesona  alam yang masih alami serta kehidupan suku Dani yang merupakan suku asli bumi Cendrawasih yang masih hidup secara tradisional, menjadikanya sebagai salah satu destinasi wajib para taveller, khususnya wisatawan asing.

Terletak di dataran tinggi, sekitar 1550 meter di atas permukaan laut menjadikan daerah ini berhawa sejuk, namun pada malam hari Wamena suhunya sangat dingin, bahkan bisa sampai dibawah 0 derajat celsius.

Tiba di bandara Wamena kami disambut oleh puluhan pasang mata masyarakat suku Dani yang sudah menunggu di sekitar pagar bandara. Saya sempat mengobrol dengan beberapa di antara mereka. Ramah! Kesan pertama yang saya tangkap, dibalik perawakan sangar dan terkenal seantaro Indonesia sebagai suku di Papua yang gemar berperang.

Baca selengkapnya di Majalah Digital Info-Backpacker Edisi 7.

Tags : , ,

Save Orang Utan

Social Media